Category: Bukan Puisi


Tahun Baru (?)

©shutterstock/photowings.com

©shutterstock/photowings.com

ADA sedikit pertanyaan yang mengganjal dalam benak saya terhadap euforia yang terjadi di setiap memasuki tahun yang baru. Pertanyaan ini baru saja muncul walau saya sudah melewatinya sudah 28 kali sepanjang hidup saya.

Pertanyaan itu adalah kenapa yang mesti dirayakan itu adalah tahun baru? Kenapa windu baru,  bulan baru, hari baru, jam baru atau menit baru dilewatkan begitu saja? Toh tahun, bulan, hari, jam, dst itu adalah sama-sama masa atau waktu yang saling berkaitan.

Alangkah tak adilnya kita jika hanya heboh di tahun baru. Padahal tahun itu takkan ada jika tidak ada bulan, demikian juga bulan yang tiada tanpa adanya hari.

Kenapa kata ‘resolusi’ baru riuh terdengar dan marak terbaca saat era pergantian tahun tiba. Kenapa kata ‘instropeksi’ ramai bermunculan kala akhir tahun menjelang.

Kenapa tidak setiap menit, jam, hari, atau bulan? Kenapa libur hanya ditetapkan hanya kala tahun baru tiba? Kenapa tidak ditetapkan libur setiap memasuki bulan baru atau hari baru? Kenapa? Baca lebih lanjut

Iklan

Beberapa kalimat mematikan yang biasa dipakai para wanita untuk menohok mati kaum pria:

Ilustrasi. (englishemporium)

1. “Yah udahlah!”
Kalimat ini digunakan wanita untuk mengakhiri argumen bila mereka merasa diri mereka benar dan anda harus menutup mulut.

2. “Lima menit”
Kalau dia lagi ganti pakaian, ini berarti setengah jam. Lima menit benar-benar lima menit yang mereka berikan untuk anda apabila anda sedang nonton bola dan harus bantu-bantu mereka bersihin rumah.

3.  “Nggak apa-apa…..”
Adalah ketenangan sebelum badai mengamuk. Kalimat ini mempunyai arti dibaliknya yang “tidak apa-apa”. Biasanya kalau sudah beragumen, kalimat ini akan diakhiri dengan kalimat nomor 1 . Baca lebih lanjut

Pak Sudarman…. (Bukan Puisi)

by. Abdullah Lathif Manjorang aka pippo_adhif

Sudarman ditemukan tewas di becaknya (Global TV/Saladin)

Disaat banyak PNS sedang menanti keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) kenaikan gaji

TNI-Polri menikmati remunerasi

Presiden yang diberitakan curhat soal gaji

Apakah ada yang memperhatikan dia..

Dia yang ada disana, ditepi jalan itu.

Perhatikan dia kawan…

Apa..?

Kamu tidak melihat dia? Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: