TVRI ketika menayangkan AC Milan vs Udinese. (Adhifpress)

TVRI ketika menayangkan AC Milan vs Udinese. (Adhifpress)

Kabar buruk bagi penikmat Serie A Liga Italia. TVRI yang lebih dua musim sudah memegang hak siar kompetisi sepakbola terakbar di Negeri Spaghetti tersebut akan melepaskannya pada Desember atau musim dingin ini. Hal ini merupakan hasil Rakernas TVRI, Ahad (20/10/2013).

Stasiun TV yang pertama kali mengudara 24 Agustus 1962 lalu ini tidak akan menyelesaikan andata musim 2013/2014. Giornata 17 sebagai pekan terakhir dengan pertandingan Internazionale vs AC Milan sebagai partita perpisahannya. Derbi Della Madonnina sendiri akan berlangsung pada Senin, (23/12/2013)

Selanjutnya, hak siarnya “diserahkan” kepada MNC Group. MNC Group disebut-sebut akan menayangkan melalui Pay TV dan saluran FTA-nya. Ironisnya, jika sebelumnya TVRI menayangkan lima pertandingan per pekannya selanjutnya MNC Group hanya akan menyiarkan 2-3 partita di ogni giornata.

“Kemungkinan besar,SerieA di TVRI hanya sampai bulan Desember,selanjutnya hak siar dialihkan ke MNC Grup,” sebut official twitter Liga Italia di TVRI, @serieatvri_2013.

Ada beberapa dugaan saya yang menyebabkan TVRI melepaskan hak siarnya.

Minimnya iklan

Liga Italia bukanlah kompetisi sepakbola amatiran. Namun, salah satu level terbaik di dunia. Penggemarnya pun bukan sedikit. Coba lihat kala AC Milan Glorie bertanding melawan Indonesia Legends, Sabtu (09/02/2013) silam. Ribuan Milanisti berhasil memerahhitamkankan Stadion Gelora Bung Karno.

Fans klub di Liga Italia juga bukan sekedar pendukung belaka, bahkan memiliki fanatisme yang tinggi. Namun, yang jadi pertanyaan, kenapa jarang (bahkan tidak pernah) terlihat iklan saat jelang, jeda atau diakhir setiap pertandingan.

Bandingkan dengan ajang sepakbola di stasiun televisi lain. Bahkan, terakhir yang sangat menghebohkan ‘terselip’ iklan didalam pertandingan Timnas Indonesia berharga setengah miliar rupiah.

Apa lantaran kemasannya yang tidak menarik sehingga mengurungkan niat sponsor atau karena marketing yang belum bekerja maksimal?

– Dipecatnya Direktur TVRI

Direktur Utama TVRI, Farhat Syukri dan tiga direktur lainnya dipecat beberapa bulan lalu. Ini tentu membuat adanya perubahan kebijakan. Mungkin, karena Liga Italia dinilai tidak mendongkrak pemasukan, alhasil dipilih untuk menjualnya kembali untuk sedikit mengembalikan modal.

Fokus ke Teknis

TVRI disebut memiliki 376 stasiun transmisi diseluruh Indonesia. Namun, 118 diantaranya tidak dapat berfungsi dan 97 pemancar beroperasi dibawah daya 50 %. Belum lagi pengemasan materi acara yang dinilai masih kurang menarik dan masih minim kreativitas. Jadi, ada kemungkinan pihak TVRI ingin memperbaiki sisi internal dan teknisnya dahulu.

Terbukti masih banyak masyarakat yang mengeluh lantaran Liga Italia ditempatnya diacak padahal menggunakan teresterial. Belum lagi koordinasi dengan TVRI lokal yang masih bermasalah, dibuktikan dengan TVRI di daerah yang menayangkan program lokal saat Liga Italia tengah berlangsung.

Jika TVRI benar-benar melepas Liga Italia, akan ada kehilangan yang dirasakan penikmat  Liga Italia. Selama ini, penonton serasa nonton Feed-nya langsung. Dimanjakan pemandangan suasana stadion 30 menit jelang pertandingan dan di waktu jeda.

Ciri khas di TVRI menghadirkan dua layar, satu menampilkan dialog dengan komentator dan satunya lagi suasana langsung di stadion membuat betah untuk terus menatap layar televisi. Dan tentu saja hal ini tidak akan didapati dari penerusnya nanti.

Meski tersisa dua bulan lagi, ucapan terima kasih setinggi-tingginya ke pada TVRI yang sudah dua musim lebih menayangkan kompetisi sepakbola kesayangan saya ini. Grazie TVRI.. Forza TVRI..

ABDULLAH LATHIF MANJORANG

Follow me on Twitter : @pippoadhif

Me on GooglePlus : gplus.to/adhif

Iklan