“Yang namanya fly, biss dan komersilkan konten pay tv tanpa izin adalah ILEGAL.”

Terdakwa dugaan pembajakan Indovision.

Terdakwa dugaan pembajakan Indovision.

Pecinta dunia televisi satelit dihebohkan dengan persidangan terkait  dugaan pembajakan hak siar televisi berlangganan Indovision yang dilakukan terdakwa berinisial MC di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Kamis (25/07/2013).

Hal itu menjadi sorotan tajam di ranah dunia satelit paska jalannya persidangan ditayangkan sejumlah stasiun televisi swasta milik MNC Group dan dimuat di portal berita koran sindo.

Beragam tanggapan pun bermunculan. Ada yang bersikap sinis terhadap saksi korban, MNC Group dan ada juga yang merasa bahwa ini merupakan imbas dari vulgarnya postingan yang dilakukan terdakwa.

Terdakwa diketahui berjualan secara online melalui blog dan media jejaring sosial Facebook. Tanpa tedeng aling-aling, ia memajang dagangannya secara terbuka dengan identitas asli dan foto yang real.

Dagangannya? Ya laris manis dengan penawaran menggiurkan dimana para konsumen dijanjikan akan dapat menyaksikan channel premium tanpa membayar mahal. Ironisnya, dia malah memajang nama tv berbayar yang bisa ditonton dengan biaya yang sangat murah.

Selain itu, dia berani terang-terangan memajang dagangan fisik yang sebenarnya tidak untuk diperjualbelikan yang kini menjadi barang bukti di pengadilan. Entah sadar atau tidak, perbuatannya itu adalah hal yang ilegal. Faktanya, kini ia harus menjalani beberapa persidangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

LNB S Band yang dijadikan barang bukti.

LNB S Band yang dijadikan barang bukti.

Apakah ini kejadian yang pertama?

Jawabannya tidak. Sebelum masalah ini muncul ke permukaan, jauh sebelumnya ia dikabarkan pernah mendapat peringatan salah satu pay tv di Australia. Masalahnya, sama dengan kasus Indovision ini. Untungnya, pay tv Australia tersebut tidak membawanya ke ranah hukum.

Nah, jauh lagi sebelum mendapat peringatan dari pay tv Australia tersebut, ia juga sudah dikritik, mendapat sorotan dari sesama pecinta dunia televisi satelit. Mungkin, bukan satu dua orang yang mengingatkan bahwa sikapnya tersebut terlalu berani dan beresiko tinggi.

Keberaniannya itu bukan hanya berdampak kepada dirinya, tapi mengancam pedagang lainnya yang murni berdagang dan khalayak ramai. Apa ia mendengarkannya? Kalau jawabannya iya, tentu kini ia tidak akan menjadi pesakitan di meja hijau.

Di dunia televisi satelit, sistem pembajakan yang dia lakukan akrab disebut fly atau terbang. Saya tidak akan ceritakan bagaimana cara kerjanya, tapi apa yang termuat di berita Koran Sindo sepertinya saksi juga belum memahaminya.

Pada berita tersebut, Vice President Director PT MNC SkyVision Handhianto S Kentjono menyebutkan bahwa terdakwa mengalihkan pembayarannya. Sebenarnya tidak ada pengalihan pembayaran disitu. Diujung statement-nya, ia menutup dengan kalimat, “Dengan modus yang cukup rumit tersebut,”.

Intinya fly ini salah satu trik membobol sistem enkripsi di televisi berbayar dan sudah lama menjadi trend setter di dunia televisi satelit. Mungkin, jauh sebelum terdakwa ini mengenal dunia persatelitan. Saat itu hanya dibahas secara terbatas di dunia internet underground. Bukan hanya di Indonesia, namun juga marak di negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand atau Pakistan.

Paska munculnya jejaring sosial Facebook, perlahan semuanya muncul ke permukaan. Bahkan, saat ini terposting dengan vulgar, sampai dilengkapi dengan screen shot hingga banyak ‘orang baru’ (kalau tidak mau dibilang nubie) menganggap itu adalah perbuatan legal.

Nah, mari buka mata kita sekarang, khususnya yang membela dan membenarkan perbuatan terdakwa. Entah ini semacam shock therapy dari MNC Group, nyatanya kini satu orang sudah menjadi contoh bagi semuanya. Hentikan postingan yang berbau fly, share biss key dan lainnya secara terbuka. Sadarilah, itu semua perbuatan ilegal.

Ibarat mengendarai sepeda motor tanpa helm dan dengan gagahnya melewati Polantas, sikap seperti itu seperti menantang pihak televisi berbayar. Pahamilah, itu salah dan tetap perbuatan tercela baik dari segi hukum, maupun agama. Sama saja halnya berupaya memasuki rumah orang tanpa izin.

Tanpa bermaksud membenarkan perbuatan ini…

Bagi yang ingin tetap mempelajari, silahkan sharing secara tertutup. Sama seperti trik internet gratisan yang dipajang secara vulgar, sharing fly dan biss key secara terbuka, berarti anda ikut membantu trik ini akan segera berakhir.

Unlike dan report semua fans page Facebook yang share fly dan biss key secara terbuka. Semakin bisa dipendam, maka semakin besar kemungkinan trik ini bisa bertahan.

Bagi anda yang merupakan admin FP Facebook atau akun twitter yang sering share biss key atau Fly, sadarilah, pihak MNC juga belum berhenti dengan satu pelaku saja. Handhianto yang menduga terdakwa tidak menjalankan aksi sendirian dan ada pihak lain menunjukkan adanya upaya mencari arah aliran sharing fly tersebut. Artinya, akan ada kemungkinan munculnya tersangka-tersangka baru. Pahami dan pikirkanlah, kawan.

ABDULLAH LATHIF MANJORANG

Follow me on Twitter : @pippoadhif

Me on GooglePlus : gplus.to/adhif

Iklan