Selama 15 tahun sudah Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) menayangkan Liga Champions. Ahad (20/5) dinihari, final antara Bayern Muenchen vs Chelsea merupakan pertandingan terakhir yang disajikan oleh televisi yang bernaung dibawah MNC Group ini.

Sayangnya, pertandingan ‘perpisahan’ itu justru menjadi kenangan yang sangat suram, khususnya bagi penikmat televisi via satelit. Ya, kali ini (lagi-lagi) MNC Group membuat pemirsanya mengelus dada. Kali ini lewat RCTI yang mengacak tayangan tersebut.

Bisa anda bayangkan, seorang teman sudah membuat mie instant, cappucino ditambah persiapan yang lain. Bersama keluarga dan saudara sudah duduk di depan televisi. Namun, 30 menit jelang pertandingan, tiba-tiba video di televisi terdiam. Muncul tulisan SCRAMBLE atau diacak. Makian dan sumpah? Jelas terpancar keluar dari mulut mereka.

Kontan saja, kejadian ini membuat heboh jejaring sosial, Twitter, Facebook, sampai di forum-forum. Biasanya RCTI yang tidak pernah mengacak tayangan Liga Champions, diujung kepemilikan hak siarnya justru memberi kenangan yang pahit buat pemirsanya.

Sementara, yang saya alami saat itu berawal ketika lagi asyik-asyiknya bertukar pikiran dan adu argumen bersama teman-teman di salah satu forum di internet. Tiba-tiba beberapa tetangga mengetuk pintu rumah. Bayangkan, tengah malam, sekitar Pukul. 01.00 WIB, pintu rumah diketuk dengan nada terburu-buru. Siapa yang nggak khawatir, apalagi saya sempat menduga-duga entah ada kejadian apa.

Saat membuka pintu, raut wajah mereka menggambarkan kekesalan, apalagi didukung sumpah serapah yang keluar dari bibir mereka. “RCTI diacak,” kata salah seorang diantaranya. Saya pun kaget dan kembali ke dalam sembari meminta mereka masuk.

Saya lihat layar televisi. Benar. Layar tv terdiam dan terpampang tulisan SCRAMBLE. Ternyata, karena terfokus (baca: tersihir) ke gadged, saya sampai nggak sadar kalau layar televisi udah diam membisu.

Bukan sebuah hal rumit sebenarnya untuk bisa menyaksikan tayangan Final Liga Champions ini. Cukup banyak channel milik negara tetangga yang menayangkannya. Hebatnya, negara yang tidak mengacak tersebut, perekonomiannya jauh dibawah Indonesia.

Stasiun tv Vietnam, VTV 3 saat menayangkan Liga Champions tanpa diacak.

Sebut saja stasiun tv Kamboja CTN 3 (Telstar 18), televisi Vietnam VTV 3 (Vinasat 1) dan stasiun tv Zambia ZNBC (Intelsat 10). Sementara, yang dienkripsi BISS ada stasiun tv Thailand, BBTV 7 (Thaicom 5).

Menyimak pengalaman yang diberikan RCTI tadi malam, besar kemungkinan (bahkan dipastikan) RCTI juga bakal mengacak tayangan EURO 2012 nanti. Maka, bagi anda penikmat televisi via satelit, persiapkan perangkat anda.

Diakhir kisah Liga Champions 2011/2012, RCTI sudah meninggalkan kenangan yang suram. Dibanding kedua adiknya, Global TV dan MNCTV, sebelumnya RCTI sebenarnya masih menjadi channel unggulan FTA terbaik (dari yang terburuk) dalam sepakbola.

Kini, sirna sudah semuanya. Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Kebaikan 15 tahun televisi milik Hary Tanoe ini menayangkan Liga Champions secara gratis, dan kini semuanya itu sudah hilang dan akan terus membekas di hati penikmat sepakbola yang menggunakan tv satelit.

Bagaimana tidak, mulai jam 01.00 WIB, bahkan jam 03.00 WIB dinihari, masih ada yang berada di atap rumah hanya untuk mem-pointing, tracking, menaik-turunkan parabolanya demi mendapatkan partai pamungkas Liga Champions tersebut.

Kami tahu, MNC Group ingin untung. Berupaya agar Indovision, TOP TV dan OkeVision-nya laku keras. Tapi sedikit pakai hati nurani dong. Mbok ya, kalau mau diacak bilang-bilang, jangan asal nyosor aja.

Apalagi CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo sudah terjun ke dunia politik. Kalau begini ceritanya, bagaimana bisa mencuri hati rakyat Indonesia? Sekedar mengingatkan aja, lebih dari 60 % rakyat Indonesia masih menonton televisi lewat satelit lho. Bukan sekali dua kali kami dikecewakan stasiun televisi anda ini, sampai-sampai bulutangkis pun diacak. [Baca: Dimana Nasionalisme-mu Wahai MNC..?]

Nah, selanjutnya, saya mengucapkan terima kasih kepada RCTI yang sudah menayangkan Liga Champions selama 15 tahun ini. Mudah-mudahan kedepannya, anda tidak perlu lagi memiliki hak siarnya.

Sementara, musim depan hak siar Liga Champions milik EMTEK Group lewat SCTV, Indosiar dan Next Media-nya. Apakah ditayangkan FTA? Menurut saya besar kemungkinan bakal mengalami hal serupa. Pasalnya, SCTV juga pernah mengacak pertandingan antara Iran vs Timnas Indonesia [Baca: Luar Biasa! SCTV Acak Laga Iran vs Indonesia Karena Uang?]

Untuk kepastiannya, lebih baik kita wait and see aja! :D

ABDULLAH LATHIF MANJORANG

Me on GooglePlus : gplus.to/adhif

Follow me on Twitter : @pippoadhif

Iklan