by. Abdullah Lathif Manjorang aka pippo_adhif

Sudarman ditemukan tewas di becaknya (Global TV/Saladin)

Disaat banyak PNS sedang menanti keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) kenaikan gaji

TNI-Polri menikmati remunerasi

Presiden yang diberitakan curhat soal gaji

Apakah ada yang memperhatikan dia..

Dia yang ada disana, ditepi jalan itu.

Perhatikan dia kawan…

Apa..?

Kamu tidak melihat dia?

Pria berbaju biru diatas becak didepan toko itu..

Dia disana menunggu hal yang tak pasti.

Hanya untuk mengisi sejengkal perutnya…

Dia sudah tiada kawan..

Dia sudah meninggal… meninggal dunia…

Tidak..!!

Dia meninggal bukan karena dihakimi massa lantaran mencuri..

Apalagi sampai korupsi..

Ia tidak lakukan hal menjijikkan seperti itu…

Bahkan, demi sesuap nasi, ia tetap tidak akan lakukan itu….

Dibunuh??

Bukan kawan…

Ia hanya punya secarik kertas dan uang koin Rp 100.

Tidak ada alasan untuk melakukan itu..

Ia kelaparan kawan…

Ya.. kelaparan…

Ia meninggal karena kelaparan…

Kelaparan, kawan…

Hingga akhir hayatnya dia tidak pernah mengeluh..

Menikmati hidup, bersyukur atas apa yang dimilikinya

Tidak lakukan hal haram meski terpaksa…

Dia tetap menjaga kesucian tubuh dan kalbunya..

Selamat jalan Pak Sudarman…

Kini engkau telah berada disana..

Tiada lagi rasa lapar…

Karena semuanya sudah tersedia…

Hanya untuk dirimu……..

Kabanjahe, 27 Januari 2011, 07:27:27 pm

*Bukan bermaksud berpuisi, hanya sekedar meluapkan isi hati, setelah membaca berita Kelaparan,Tukang Becak Tewas di Dalam Becak

Iklan