prita

Tangerang (aPRESS)

Hidup di balik jeruji besi kembali menghantui Prita Mulyasari (32). Tak terbayang jika harus kembali berpisah dari 2 buah hatinya yang masih balita. Prita pun meminta agar dirinya jangan sampai dipenjarakan lagi.

“Setiap hari saya berdoa kasus ini tidak lagi terjadi lagi. Tapi ternyata jaksa tidak puas dengan keputusan sela PN Tangerang. Saya minta hukuman kepada saya adalah hukuman manusia, bukan hukuman penjara,” pinta Prita di rumahnya di Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (31/7/2009).  Baca Inilah dua jaksa yang kembali menyeret Prita.

Prita berkeluh kesah, kasus perseteruan antara dirinya dengan RS Omni International menghambat harapan keluarganya untuk melanjutkan kehidupan. Bahkan kelanjutan kasus yang menimpanya membuat dirinya sempat kebingungan karena belum ada laporan dari pengadilan untuk melanjutkan kasus persidangan itu.

“Saya belum mendapatkan kabar dari pengadilan soal sidang lanjutan. Tetapi pada persidangan pertama saya sempat stres. Setelah saya bebas, saya ingin memperbaiki apa yang saya alami, tetapi masalah ini kembali timbul,” curhat Prita.

Sementara suami Prita, Andri Nugroho, mengatakan, kelanjutan kasus ini sebagai bentuk ketidakpuasan dari jaksa atas persidangan yang dihentikan PN Tangerang.

“Jaksa tidak puas Prita dibebaskan dari segala tuntutan pada sidang pertama, karena itu jaksa mengajukan perlawanan dengan pasal-pasal baru dalam UU Elektronik,” ujar Andri.

Prita digugat RS Omni dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Prita dituduh menyebarkan surat elektronik kepada sejumlah teman dekatnya terkait buruknya pelayanan RS Omni. Prita dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Prita pun dipenjarakan di LP Tangerang. Setelah menjalani sidang di PN Tangerang, Prita dibebaskan karena UU 11/2008 ternyata baru bisa diterapkan pada 2010. Uniknya, pembebasan Prita terjadi setelah capres Megawati Soekarnoputri menjenguk perempuan berjilbab tersebut. (inilah.com)

Iklan