baasyir

BULUKUMBA, SULSEL (aPRESS)

– Tokoh aktivis Islam, Ustads Abu Bakar Ba`asyir mengeluhkan pengamanan aparat kepolisian yang terlalu berlebihan pada dirinya. Hal ini disampaikan Ba’asyir saat membawakan dakwah penegakan Syariah Islam’ di Indonsesia di Mesjid Agung, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (30/7).

Menurut dia, pengamanan dirinya hanya membuang biaya yang lebih banyak.  Ia menganggap dirinya bukanlah orang besar atau pejabat yang harus mendapatkan pengawalan ketat.


“Saya meminta pengertian bapak-bapak polisi. Saya orang kecil, di tonjok pun dengan izin Allah saya bisa meninggal,” kata Ba’asyir secara gamblang di depan ratusan jemaahnya seperti dikutip adhifPRESS dari republika, Kamis (30/7/2009).

“Apalagi kalau dikaitkan dengan pelaku teror bom. Saya saja tidak tahu apa ramuan untuk membuat bom apalagi untuk meledakkan bom,”.

Usai melakukan dakwah, Ba’asyir langsung menuju ruangan peristirahatan di masjid dan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Bulukumba. Dakwah yang berlangsung sejak pukul 13.18 hingga pukul 15.10 Wita itu dihadiri ratusan aparat kepolisian berpakaian lengkap dan preman di disebar di sekitar Masjid Agung Bulukumba.

Aparat kepolisian yang berpakain lengkap hanya di siagakan di luar halaman Masjid Agung. Sedangkan di dalam areal masjid tidak satu pun pengamanan terbuka yang terlihat.

Sementara itu, undangan ceramah Uztads Abu Bakar Ba’asyir yang ditargetkan akan dihadiri dua ribuan warga muslim di Bulukumba, Sulawesi Selatan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Warga muslim yang hadir dalam ceramah yang laksanakan di Mesjid Agung, Bulukumba itu diperkirakan sekitar 500 jemaah yang hampir keseluruhan adalah jamaah Forum Ummat Islam (FUI) Bulukumba.

Iklan