KABANJAHE (adhifPRESS)

Kehadiran Menteri Kehutanan RI MS Kaban di Kabanjahe dalam Tabligh Akbar dan Peresmian Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) perwakilan Kabupaten Karo sempat mengundang tanda tanya tentang hubungan jabatan yang diembannya dengan acara itu.

Bukan yang pertama kalinya, malah MS Kaban mengaku dirinya selalu hadir dan mengikuti peresmian majlis dakwah itu. ”Itulah hebatnya Menteri Kehutanan,” ujar Kaban menjawab pernyataan itu dihadapan ribuan umat Muslim yang hadir dalam kegiatan yang digelar di Jambur Tuah Lopati Kabanjahe, Jum’at (19/6/2009).

Dikatakannya, banyak ayat di dalam Al Qur’an yang mengajak untuk menjaga bumi ini. Perintah yang terdapat di dalam Al Qur’an meminta umat untuk tidak merusak hutan. Hal inilah yang membuat dirinya serasa dekat dengan MTA sehingga selalu menghadiri setiap acara peresmian MTA.

“Pangeran Charles saat pertama kali datang ingin melihat hutan. Ia juga mengutip ayat-ayat Al Qur’an saat melihatnya (hutan-red),” ujar pemilik nama lengkap Malem Sambat Kaban ini.

Selain itu, katanya, bahasa yang paling mudah dalam mengkampanyekan penyelamatan hutan di Indonesia adalah dengan menggunakan bahasa Al Qur’an karena negara ini didominasi oleh umat Islam. “Presiden SBY juga sering mengutip hadits dan ayat-ayat Al Qur’an bila memberi sambutan dalam acara-acara penanaman,” katanya.

Pantauan adhifPRESS, Menhut tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wib dengan mobil plat RI 25. Selain Menhut, juga tampak hadir staf khusus kabinet RI Ide Zakaria, Ketua MUI Pusat HA Nazri Adlani, Ketua MUI Surakarta Zaenal Arifin Adnan dan Ketua Umum MTA Ahmad Sukina.

Sementara, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Siti Fadilah Supari yang direncanakan datang, batal menghadiri acara tersebut. “Beliau (Menkes RI-red) sedang ada tugas kenegaraan,” ujar ketua panitia Ramlan Meliala kepada adhifPRESS.

Iklan