KABANJAHE (adhifPRESS)

Ratusan warga Desa Doulu Kecamatan Berastagi mendatangi Mapolres Karo, Rabu (17/6/2009). Mereka bermaksud menyampaikan keberatannya atas penangkapan salah seorang rekannya berinisial SS terkait kasus pertikaian perebutan lahan bongkar muat di areal PT Tirta Sibayakindo Doulu Berastagi.

Pantauan adhifPRESS di Mapolres Karo, dalam aksinya warga mencoba menerobos pasukan polisi anti huru hara untuk masuk ke Mapolres Karo. Akhirnya, setelah bernegosiasi, disepakati 5 orang utusan masyarakat dipandu Kepala Desa Doulu Bangkit Purba dan Ketua BPD Ismanto Purba berdialog dengan Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar didampingi Kasat Intelkam AKP Senjata Tarigan.

Dalam dialog ini, warga mempertanyakan perihal status penahanan rekannya, SS, terkait kasus pertikaian perubutan lahan bongkar muat di areal PT Tirta Sibayakindo Doulu Berastagi.

Penahanan ini dipicu perselisihan antara kedua kelompok dari Desa Doulu Pasar dan Doulu Kampung , Minggu (24/5) lalu. Akibatnya, Brawijaya Tarigan (36), anggota kelompok Doulu Pasar terkena bacokan senjata tajam yang melukai bagian kepala yang diduga dilakukan kelompok Doulu Kampung yang dipimpin SS.

Selanjutnya, Polres Karo menjemput SS. Dalam penangkapan ini, menurut warga, sempat terjadi letusan senjata api milik Polres Tanah Karo.

Kemudian, salah seorang utusan warga mengatakan dia sudah membuat laporan pengaduan No.Pol.: STPL-B/234/2009/SPK pada Jumat tanggal 29 Mei 2009 pukul 14.30 Wib. Laporan penganiayaan atas nama Dahlia beru Tarigan (31) warga Desa Doulu atas nama korban, SS.

Menanggapi pernyataan warga, AKP Lukmin Siregar mengatakan apa yang dilakukan anggotanya di lapangan semata untuk mempertahankan diri karena pada saat hendak dilakukan penangkapan ada warga yang mencoba menghalangi.

Sementara mengenai laporan pengaduan tersebut, imbuhnya, bukan tidak ditanggapi. Hanya saja pihaknya, harus bekerja secara profesional. Bahkan saat ini, diakui Siregar pihaknya sedang berupaya semaksimal mungkin mencari bukti-bukti dan saksi untuk menangkap pelaku yang diduga dilakukan oleh Brawijaya Tarigan cs.

“Dalam mengusut tuntas kasus ini Polres Karo tidak akan tebang pilih, jadi kami sangat mengharapkan warga agar bersedia memberikan keterangannya,” ujarnya.

Pada pertemuan antara warga dengan sejumlah perwira Polres Tanah Karo sempat terjadi dialog sengit. Bahkan warga meminta kelompok dari Brawijaya Tarigan juga harus segera ditangkap.

Untuk permintaan warga ini, Polres Tanah Karo menjelaskan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dan berjanji akan segera memanggil si terlapor, Brawijaya Tarigan, yang masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Medan .

Setelah mendapat penjelasan dan rincian penanganan kasus dari Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam, warga membubarkan diri dengan tertib.

Iklan