KABANJAHE (adhifPRESS)

Berdirinya Karo Community College di Kabanjahe mengundang tanda tanya dari berbagai kalangan masyarakat di Karo. Aset yang akan menjadi milik Pemkab Karo tersebut bergerak dalam dunia pendidikan dan sudah mulai penerimaan pendaftaran siswa pada gelombang I pada 1 Juni-4 Juli 2009 dan gelombang II pada 8 Juli-8 Agustus 2009 bakal terbentur dalam Peraturan Dunia Pendidikan.

Pasalnya, Karo community college, salah satu pendidikan non formal berbentuk kursus selama dua tahun. Namun, menjanjikan dapat melanjutkan ke pendidikan formal program D3 dan SI ke Universitas Kristen Maranatha di Bandung.

“Pendidikan di Karo Community College yang berbentuk kursus non formal dapat dilanjutkan ke pendidikan formal ke Universitas, didasari MoU antara Bupati Karo DD Sinulingga dengan Universitas Kristen Maranatha Bandung,” ujar Anggota Badan Pengawas Karo Community College Seruan Sembiring, tadi siang, di Kabanjahe.

Ironisnya, saat ditanya peraturan yang mendukung diperbolehkannya pendidikan non formal dapat melanjutkan ke pendidikan formal setingkat perguruan tinggi, Seruan tidak dapat menjelaskan secara rinci. “Kita sama-sama mencari peraturannya,” ujar Seruan yang juga Kadisdiknas Pemkab Karo ini.

Sementara itu, salah seorang pegawai Karo Community College, Siti br Ginting mengatakan Karo Community College berbentuk kursus selama dua tahun dan setelah tamat akan mendapatkan sertifikat. “Izin kursus  dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Karo,” ungkap PNS di Dinas Pendidikan Karo ini.

Menurutnya, biaya kursus di Karo Community College sebesar Rp 10 juta untuk dua tahun untuk pembayaran uang gedung, uang kursus dan dilengkapi sarana komputer yang dididik tenaga professional.

“Dan setelah tamat dari sini dapat melanjutkan ke Universitas Kristen Maranatha di Bandung sesuai program yang diambil sehingga dapat melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi itu baik D3 dan S1,” ujarnya.

Iklan