BERASTAGI (adhifPRESS)

Danru pendidikan dasar Mahasiswa Pencinta Alam Semesta (Mapasta) IAINSU Erwin Harianto mengaku keterlambatan timnya diakibatkan ada beberapa rekannya yang cedera sehingga mereka butuh waktu istirahat untuk memberikan pertolongan.

“Kami tidak tersesat, cuma masalah waktu saja,” ujar Erwin kepada adhifPRESS di Posko Tahura Kecamatan Berastagi, tadi sore.

Erwin mengaku tidak memberitahukan kondisi regunya kepada seniornya karena mereka sudah terbiasa untuk mandiri dan sudah belajar dalam menanggulangi para korban dengan membawa peralatan pengobatan sendiri.

“Inilah kesempatan kita untuk mempraktekkan materi yang sudah kita dapatkan dari SAR dan PPGT. Sementara kondisi HP kita mengalami lowbat sehingga jaringan komunikasi terputus,” katanya.

Dikatakannya, 3 rekannya yang cedera yaitu Abdul Karim mengalami terkilir, sementara Khairul dan Pago alias Hidayat Amri mengalami gangguan saluran pencernaan.

Sebelumnya, 13 mahasiswa dinyatakan hilang saat mengikuti pendidikan dasar Mahasiswa Pencinta Alam Semesta (Mapasta) IAINSU. Terungkapnya kasus ini setelah pihak panitia membuat pengaduan kepada pihak kepolisian setempat dan menyatakan keberadaan para mahasiswa tidak diketahui sejak dua hari lalu.

Iklan