KABANJAHE (adhifPRESS)

MG (37), Kepala Desa (Kepdes) Gurusinga ditetapkan Polres Karo sebagai tersangka terkait penyelewengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Gurusinga Kecamatan Berastagi, tahun 2008 lalu.

Pantauan adhifPRESS di Mapolres Karo, oknum Kades Gurusinga tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama 6 jam sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Kapolres Karo melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar, tadi sore, mengakui pihaknya telah menetapkan oknum Kepala Desa Guru Singa sebagai tersangka terkait dugaan penyelewengan penyaluran BLT. “Hingga pada pukul 18.00 WIB, oknum Kepala Desa tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Karo,” ujarnya.

MG diadukan melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gurusinga setelah menggelapkan dana BLT untuk puluhan dari 356 warganya, senilai Rp 700 ribu per orang. Sementara, sebagian warga yang masih terdaftar sebagai penerima, tidak menerima kartu untuk pencairan dana tersebut.

Selain itu, MG juga tidak menyalurkan BLT kepada ahli waris warga yang telah meninggal dunia. Padahal sistem penyaluran BLT, jika orang yang terdaftar telah meninggal dunia, maka yang berhak menerima dana tersebut adalah ahli waris yang bersangkutan, istri atau anaknya yang belum berumah tangga.

Iklan