Category: Zona Satelit


Hasil lengkap poling saluran FTA EURO 2012. (adhifpress/capture)

Forsater, sebutan untuk member forumsatelit.com, optimis akan mendapatkan channel yang menayangkan UEFA EURO 2012 secara Free To Air (FTA). Padahal, saat ini cukup sulit bisa menyaksikan even besar secara FTA, apalagi dengan mengandalkan decoder standar yang hanya mendukung DVBS atau MPEG 2.

Namun, bukan Forsater namanya jika gampang menyerah. Mereka yakin bisa menonton perhelatan sepakbola terbesar di Benua Eropa ini. Diantara ribuan channel FTA yang dipancarkan dari puluhan satelit di angkasa sana diyakini akan ada yang menayangkan aksi pesepakbola dunia ini secara gratis. View full article »

GMM Grammy saat memenangkan hak siar Euro 2012. (nationmultimedia)

Tiga stasiun televisi Thailand, Thai TV 3, ModerNine dan TV 5 Thai dipastikan akan meng-scramble (acak) tayangan Euro 2012 yang dipancarkan dari satelit Thaicom 5, baik melalui jalur C-Band maupun KU-Band.

Padahal, ketiga channel ini merupakan andalan penikmat televisi Free To Air (FTA) via satelit untuk menyaksikan kompetisi sepakbola terbesar di Eropa tersebut. Selain karena menggunakan komentator berbahasa Inggris, tampilan gambar juga lebih jernih. View full article »

Selama 15 tahun sudah Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) menayangkan Liga Champions. Ahad (20/5) dinihari, final antara Bayern Muenchen vs Chelsea merupakan pertandingan terakhir yang disajikan oleh televisi yang bernaung dibawah MNC Group ini.

Sayangnya, pertandingan ‘perpisahan’ itu justru menjadi kenangan yang sangat suram, khususnya bagi penikmat televisi via satelit. Ya, kali ini (lagi-lagi) MNC Group membuat pemirsanya mengelus dada. Kali ini lewat RCTI yang mengacak tayangan tersebut. View full article »

SCTV diacak saat menayangkan pertandingan Iran vs Indonesia.

Luar Biasa! Hanya dua kata itulah yang bisa saya ucapkan atas keberanian SCTV mengacak pertandingan Timnas Indonesia yang tandang ke Iran dalam Pra Piala Dunia 2014. Bagaimana tidak, jutaan rakyat Indonesia yang menerima siaran televisi lewat Digital Satellite Receiver (DSR) tidak bisa menyaksikan pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu tersebut.

Tak ayal, makian, sumpah serapah serta hujatan dilayangkan ke saluran yang bernaung dibawah Surya Citra Media ini, baik melalui jejaring sosial seperti twitter dan Facebook atau forum-forum di dunia maya. View full article »

Hasil polling lengkap Forumsatelit.com.

tvOne menjadi channel terfavorit kategori channel Indonesia yang dipancarkan melalui satelit di semester pertama 2011 dalam polling yang dilakukan di situs forumsatelit.com sejak Desember 2010 lalu. tvOne berhasil menduduki peringkat pertama dari 28 stasiun televisi yang diikutsertakan.

Channel yang memiliki slogan ‘Terdepan Mengabarkan’ ini meraih 39 suara atau merebut 25.3 % dukungan dari 154 voters. Sebagai saluran televisi dengan kontennya yang banyak diisi dengan program news dan sport, tvOne dinilai mampu meracik materinya secara menarik dan tidak membosankan.

Dalam menyajikan pemberitaannya, tvOne mampu menghadirkannya dengan nuansa baru dan ‘segar’, yang mendobrak program berita yang selama ini dianggap sebagai program yang membosankan. Demikian juga dengan dialog yang selama ini ditinggalkan oleh penonton, melalui tvOne, acara dialog seperti Jakarta Lawyer Club (JLC) kini ditunggu-tunggu oleh pemirsa.

Selain itu, ‘keberanian’ dan ‘pengorbanan’ channel yang sebelumnya bernama Lativi ini dalam menghadirkan La Liga (Liga Spanyol) sampai 7 pertandingan per pekan dan tinju dunia secara Free To Air (FTA) juga menjadi hal penting yang menyokong tingginya dukungan Forsaters (sebutan member forumsatelit.com). View full article »

Beginilah tampilan MNC TV saat stasiu tv ini menyiarkan Piala Sudirman lalu.

Ajang Piala Sudirman sudah usai. Terlepas dari gagalnya pemain Indonesia membawa pulang tropi kejuaraan internasional itu, disisi lain menyisakan sebuah cerita memilukan bagi pencinta olahraga bulutangkis di Indonesia, khususnya yang tinggal di area blank spot, dimana tidak bisa menonton televisi lewat teresterial, hanya mengandalkan parabola.

Untuk kesekian kalinya, pihak MNC, kali ini lewat MNC TV (eks TPI), meng-scramble (mengacak) tayangan olahraga yang satu-satunya bisa dibanggakan dari republik ini. Kami yang hanya bisa menonton televisi lewat satelit (parabola) lagi-lagi menjadi korban oleh mereka yang hidup dengan nuansa kapitalisme. View full article »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.801 pengikut lainnya.