Category: Kabupaten Karo


KABANJAHE (adhifPRESS)

Tim kampanye daerah JK-Wiranto targetkan 60% perolehan suara di Kabupaten Karo pada Pilpres 8 Juli mendatang. Selain itu, mereka optimis JK-Wiranto akan menang hanya dengan satu putaran, karena lebih cepat lebih baik. View full article »

ROMA (adhifPRESS)

eramuslim.com

Pernyataan mengejutkan datang dari Vatikan menanggapi krisis di berbagai bank di Barat. Katanya, alternatif untuk memperbaiki kondisi ekonomi di sejumlah bank tersebut adalah dengan menggunakan prinsip keuangan Islam. View full article »

KABANJAHE (adhifPRESS)

Pemilihan Umum (Pemilu)  Pilpres pada 8 Juli mendatang merupakan bentuk legitimasi yang diberikan rakyat kepada para Capres dan Cawapres. Dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi ini menjadi pondasi bagi legitimasi pemerintah yang terbentuk sesudahnya. View full article »

KABANJAHE (adhifPRESS)

Sebanyak 488 prajurit TNI gabungan dari Bataliyon 125 S’imbisa, Yon 121, Yon 122, Den Mabrig dan Kesdam I BB yang berada di Batalyon 125/Si’mbisa Kabanjahe diberangkatkan untuk operasi keamanan ke Maluku, Jum’at (27/6/2009). View full article »

BERASTAGI (adhifPRESS)

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin menegaskan untuk mencapai visi dan misi agar rakyat

Dok. adhifPRESS

tidak sakit,

tidak lapar dan tidak bodoh, Kepala Daerah (KDH) di Sumut harus saling berkoordinasi.

“Koordinasi dengan semua pihak termasuk para antara Bupati dan Walikota yang tersebar di daerah ini sehingga dapat bermanfaat bagi rakyat,” ujar Syamsul dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja Koordinasi Gubernur, Bupati, Walikota bersama Muspida Plus, KPU dan Panwaslu Propinsi, Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Hotel Sibayak Berastagi, Kamis (25/6/2009).

Syamsul mengatakan agar tidak sakit, masyarakat lebih baik mencegah dari pada mengobati. ”Tentu supaya tidak sakit, makan teratur, istirahat teratur termasuk  menjaga lingkungan,” tutur dia.

Sementara, agar masyarakat tidak lapar setiap daerah harus secara maksimal menggali potensi-potensi yang ada. Agar masyarakat tidak bodoh, harus ditingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan anggaran 20 % untuk sektor pendidikan termasuk program pendidikan wajib belajar 12 tahun.

“Untuk mencapai itu, Kabupaten dan Kota tentu mengalami kendala dan kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita melihat banyak tembusan sarjana S1, S2 dan S3. Namun tidak percaya diri memiliki masa depan. Disinilah perlu kita menggali permasalahan tersebut,” ujarnya.

Hadir dalam acara itu Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti, Ketua DPRD Sumut Darmataksiah YWR, Kajatisu Sutiyono, Ketua KPUD

Sumut Irham Buana Nasution, Ketua Panwaslu Sumut Ikhwaluddin Simatupang serta Bupati dan Walikota se-Sumut.

KABANJAHE(adhifPRESS)

Terkait berdirinya Karo Community Collage,  salah satu jalur pendidikan non formal berbentuk kursus yang menjanjikan dapat melanjutkan kependidikan formal di Universitas Maranatha Bandung, DPRD Karo akan panggil unsur pimpinan Karo Community College, termasuk Kadis Diknas Karo Seruan Sembiring, selaku Anggota Badan Pengawas.

“Masalah ini sudah disampaikan kepada Ketua DPRD Rapat Romanus Purba SH dan mendelegasikan secara lisan kepada saya agar meninjau dan menindak lanjuti keberadaannya,” tutur anggota DPRD Karo Komisi C membidangi pendidikan, Makmur Jambak kepada adhifPRESS, Selasa (23/6/2009), di Kabanjahe.

Jambak mengatakan pihaknya akan memanggil Kadis Diknas Karo termasuk unsur pejabat Pemkab Karo yang terkait dengan Karo Community College. “Seperti Ketua Drs Kawar Sembiring yang menjabat Asisten II, Sekretaris Drs Seruan Sembiring MSI (Kadis Diknas Karo-red),” ungkapnya.

Dengan pemanggilan ini, imbuhnya, pihaknya dapat mengetahui latar belakang adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Karo Community College dengan Universitas Kristen Maranatha di Bandung.

“Saya tidak mengetahui ada MoU itu. Apalagi ini akan dijadikan aset Pemkab Karo. Kita juga belum mengetahui peruntukan anggaran APBD Karo 2009 di bagian Diknas Karo sebesar Rp 500 juta untuk pelaksanaan Karo Community College,” katanya.

Disebutkannya, pihaknya juga belum mengetahui prosedur izin berdirinya Karo Community College karena hal itu berbentuk kursus. Sementara, Karo Community College menjanjikan setelah tamat dapat melanjutkan ke Universitas Kristen Maranahta di Bandung dengan dasar MoU tersebut.

“Jadi, kita tidak mengetahui dasar dan payung hukum tamat dari Karo Community College yang nota bene pendidikan non formal dapat melanjut ke Universitas Kristen  Maranatha,” ujarnya.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.801 pengikut lainnya.